Tips agar terhindar dari Osteoporosis

Batasi Alkohol dan Kafein
ADA beberapa pencetus osteoporosis. Pada wanita, risiko osteoporosis muncul secara alami setelah lima tahun pascamenopause. Namun, ada kalanya, osteoporosis muncul tak alami. Yakni, ketika kandungan harus diangkat karena penyakit tertentu.

Selain itu, ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa kopi menyumbang cepatnya tulang keropos. Jumlahnya memang tak besar. Yakni, hanya 0,0023 persen. Itu terjadi bila seseorang minum tiga cangkir kopi setiap hari selama dua minggu.

Belum ada penelitian ilmiah mengenai hal tersebut. Namun, para peneliti menduga, kepadatan tulang itu menurun karena efek diuretik (pemacu kencing) dari kafein. Ketika kencing, kalsium yang dibutuhkan tulang ikut terbuang.

Selain kopi, alkohol berpotensi merapuhkan tulang. Itu berkaitan dengan kegagalan sistematis. Yakni, alkohol mengakibatkan terjadinya luka-luka kecil di dinding lambung. Meskipun kecil, bila berlangsung lama, jumlah darah yang keluar juga banyak. Hal tersebut membuat kalsium ikut terbuang dari tubuh. Efeknya, penyerapan kalsium tubuh pun berkurang. Akibatnya, lama-lama tulang mudah rapuh.

Dokter Ketut Martiana SpOT mengatakan, efek samping alkohol bagi tubuh sudah lama diketahui. Selain dampak pada tulang, minuman beralkohol merusak sel-sel saraf otak sehingga muncul gangguan fungsi berpikir. ”Walau belum ada penelitian ilmiah, ada banyak jurnal yang mengaitkan osteoporosis dengan alkohol. Lain halnya dengan konsumsi kopi. Saya belum yakin kaitannya secara ilmiah,” katanya.

Karena itu, Ketut menyarankan tindakan pencegahan agar tak terkena osteoporosis. Salah satunya, rajin mengonsumsi kalsium dan olahraga teratur. Serta, jangan takut kena sinar matahari dan harus rajin memeriksakan kepadatan tulang dengan alat bone densitometry minimal setahun sekali. ”Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kepadatan tulang. Sehingga, dokter bisa memberikan obatnya,” ujar Ketut. Salah satu terapinya ialah pemberian hormon. (ai/nda)

Source: dari koran Jawa Pos