Hati-hati Anemia pada ibu Hamil!

Riset mebuktikan bahwa 40 Persen Ibu Hamil mengalami Anemia, hal ini bisa sangat mempengaruhi perkembangan janin dan kesehatan pada ibu hamil itu sendiri. Informasi yang saya dapat kan dari Jawa Pos ini cukup memprihatinkan karena angka 40% bukan angak yang tidak sedikit karena itulah saya memberikan tersebut dalam blog saya.
Ibu hamil yang kebutuhan zat besinya tak mencukupi ternyata masih tinggi. Padahal, mineral itu sangat penting untuk menjaga kondisi ibu selama hamil. Zat besi juga memengaruhi proses tumbuh kembang janin selama dalam kandungan.

Mengutip data departemen kesehatan, di antara 10 ibu hamil di Indonesia, empat orang menderita anemia. Dua di antaranya bahkan kekurangan gizi. ”Anemia bisa diatasi. Kalau sampai ada ibu hamil yang mengalami anemia dan kekurangan gizi, itu kan memprihatinkan,” kata dr Amang Surya SpOG, ahli kebidanan dan kandungan RS Spesialis Husada Utama.

Menurut dia, anemia sering terjadi pada ibu hamil. Sebab, kebutuhan zat besi meningkat tiga kali lipat, dari 200 mikrogram saat tidak hamil menjadi 600 mikrogram saat hamil.

Zat besi, lanjut Amang, bisa didapat dari bahan makanan berupa sayuran berdaun hijau dan kacang hijau. Kebutuhan besi juga bisa dipenuhi dengan konsumsi suplemen berupa susu atau tablet, bergantung kebutuhan dan kesukaan ibu hamil. ”Konsumsi bahan makanan atau suplemen zat besi dimulai saat usia kehamilan masuk trimester kedua,” ungkapnya.

Jika dikonsumsi pada trimester pertama, lanjut Amang, dikhawatirkan ibu hamil jadi enek (mual). Padahal, saat itu ibu hamil biasanya sering mual dan muntah. ”Bila ditambah konsumsi zat besi, frekuensi mual dan muntah akan meningkat,” katanya.

Amang menjelaskan, zat besi sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan janin. Bila kekurangan zat besi, pembentukan hemoglobin bisa terganggu. Padahal, hemoglobin bertugas mengantarkan nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin. ”Jika pembentukan hemoglobin terganggu, pemenuhan nutrisi untuk janin jadi berkurang,” katanya.

Kalau itu terjadi, saat lahir, bayi bisa menderita anemia dan defisiensi gizi. Bayi juga bisa terlahir dengan berat badan di bawah normal (berat lahir rendah). ”Kualitas bayi dalam kondisi tersebut jelas tidak bagus,” jelasnya.

Bagi ibu, kekurangan besi membuat kondisi tubuh tidak prima. Sering pusing, lemas, dan seperti tak bertenaga. Saat persalinan, dikhawatirkan terjadi komplikasi perdarahan. ”Perdarahan bisa mengancam nyawa ibu,” kata Amang.

Karena itu, kata Amang, ibu hamil seharusnya memperhatikan dampak negatif kekurangan besi tersebut. ”Bila rutin kontrol ke dokter atau bidan, anemia tak akan dialami. Sebab, dokter atau bidan pasti membekali ibu hamil dengan zat besi,” ujarnya. (ai/soe)

2 thoughts on “Hati-hati Anemia pada ibu Hamil!

  1. yang saya mau tanyakan,
    1. bila Hb ibu hamil di periksa dengan menggunakan kertas lakmus bisa melihat apakah ibu tersebut anemia atau tidak?
    2. bila Hb ibu 50% di uji dengan kertas lakmus bisa dikategorikan ibu tersebut anmia?

Komentar ditutup.