Pengorbanan Seorang Suami

cerita ini saya dapat dari email kakak saya yang akan segera menikah, inilah adalah bahan perenungan arti sebuah cinta, setelah membaca cerita ini saya sangat terharu…..

Dear Bro n Sist ,

Ada CERITA bagus nih.......dibaca deh...buat bahan renungan aja ,
pertanyaannya , harree gennee...ada ngaa ya suami seperti dalam cerita ini
....??

Cuiw - 049

 MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT?

 Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur
Fortis
Asset
 Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan
Investment,
beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana
di
 Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar
sekali.
 Silahkan baca dan dihayati.
 *MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT* - - - sebuah
perenungan Buat
 para suami baca ya … istri & calon istri juga boleh..
Dilihat dari
 usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja
bahkan
sudah
 mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi
dengan
 merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua..
mereka menikah
 sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak
disinilah awal
 cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat
tiba2
 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama
2 tahun,
 menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah
bahkan terasa
 tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan
lagi. Setiap
 hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran,
menyuapi, dan
 mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat
kerja dia
 letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa
kesepian.
 Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat
istrinya
 tersenyum, untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu
jauh dari
 rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi
istrinya
makan
 siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti
pakaian dan
 selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil
 menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun
istrinya
hanya
 bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno
sudah cukup
 senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat
tidur.
 Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun,
dengan
 sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke
empat buah
 hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si
bungsu yg
 masih kuliah. Pada suatu hari ke empat anak Suyatno
berkumpul
dirumah
 orang tua mereka sambil menjenguk Ibunya. Karena setelah
anak mereka
 menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak
Suyatno
 memutuskan Ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan
hanya satu …
 semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak
yg sulung
 berkata "Pak kami ingin sekali merawat Ibu semenjak
kami kecil
melihat
 Bapak merawat Ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari
bibir
 Bapak. … bahkan Bapak tidak ijinkan kami menjaga
Ibu". dengan air
mata
 berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "sudah yg
keempat kalinya
kami
 mengijinkan Bapak menikah lagi, kami rasa Ibupun akan
mengijinkannya,
 kapan Bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban
seperti ini
kami
 sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan
merawat Ibu
 sebaik-baik secara bergantian ..." Pak Suyatno
menjawab hal yg sama
 sekali tidak diduga anak2 mereka."Anak2ku … Jikalau
perkawinan &
hidup
 didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin Bapak akan menikah
… tapi
 ketahuilah dengan adanya Ibu kalian disampingku itu sudah
lebih dari
 cukup, dia telah melahirkan kalian ... sejenak
kerongkongannya
 tersekat … kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini
dengan
penuh
 cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba
kalian
 tanya Ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini?
Kalian
 menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia
 meninggalkan Ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian
menginginkan
 Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang
lain,
 bagaimana dengan Ibumu yg masih sakit." Sejenak
meledaklah tangis
 anak2 Pak Suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh
dipelupuk
 mata Ibu Suyatno … dengan pilu ditatapnya mata suami yg
sangat
 dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang
oleh salah
 satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan
merekapun
 mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan
selama 25
 tahun merawat sendiri Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..
disaat
 itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio
kebanyakan
 kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak
Suyatno
 bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan
sebuah cinta dalam
 perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu,
tenaga,
 pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri
saya
 menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun
dengan
 sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan batinnya
bukan
 dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2 ...
Sekarang
 dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama … dan
itu
 merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang
komitmen untuk
 mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari
 penggantinya apalagi dia sakit,,,"

 Wassalam,
 Ruskandar