Gigi Yang Busuk dapat memicu Kista Rahang

Well, informasi ini sungguh sangat layak saya posting, karena diketahui bahwa masyarakat Indonesia banyak yang mempunyai gigi busuk. Namun sebagian besar dari mereka tidak memeriksakan gigi mereka karena ketika gigi sudah tidak terasa sakit lagi dan akhirnya membusuk para penderita sudah membiarkan karena tidak menyebabkan nyeri pada gigi mereka. Berikut artikel yang saya dapatkan dari koran Jawa Pos pagi ini…..
Jangan remehkan gigi berlubang (karies). Sebab, kalau tak ditangani dengan baik, karies bisa memunculkan problem lebih berat. Kalau lubang sudah tembus ke akar gigi, kuman penyebab karies bisa mengakibatkan pembusukan dan memicu terbentuknya kista pada rahang.

Bahkan, kuman bisa menyebar ke mana-mana, termasuk ke jantung. “Misalnya, kuman tersebut bisa menginfeksi klep (katup) jantung. Kondisi ini bisa berakibat jantung bocor,” terang Prof Drg Coen Pramono D. SU SpBM(K), spesialis bedah mulut dan maksilofasial Instalasi Gigi dan Mulut RSU dr Soetomo Surabaya.

Pembusukan gigi bisa berawal dari gigi berlubang. Mula-mula lubang itu dangkal saja, makin lama makin dalam. Bila dibiarkan, lubang bisa tembus ke saluran akar gigi dan memicu proses pembusukan. “Pada gigi yang busuk, bisa terjadi reaksi radang (akut hingga kronis) di sekitar akar gigi. Bila sudah sampai tahap kronis, radang bisa memicu timbulnya kista,” kata kepala Departemen Ilmu Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG Unair itu.

Dia menerangkan, gigi busuk memproduksi cytokine yang bisa merangsang sel sisa pembentuk gigi (epitel rest) mengalami proliferasi (menjadi banyak). Sel-sel sisa itu membentuk kumpulan. Bila kumpulan tersebut makin besar, aliran darah tidak mampu mencapai bagian tengahnya. Itu berarti bagian tersebut tidak mendapat cukup pasokan nutrisi. Akibatnya, terjadi kerusakan jaringan di bagian tengah kumpulan sel tadi.

Kalau sudah begitu, di bagian tengah kumpulan sel tadi bisa timbul ruangan berisi cairan. Cairan ini bersifat hipertonis, bisa menarik air atau cairan tubuh. Itu membuat kumpulan sel tersebut membesar dan berbentuk benjolan. “Benjolan inilah kista,” ujarnya. Kista bisa berada di sekeliling akar gigi busuk atau mahkota gigi bungsu yang tidak tumbuh (tertanam).

Penderita tidak akan tahu ada kista atau tidak di dalam mulutnya. Yang dapat mengetahuinya adalah dokter, itu pun setelah melihat hasil foto X-ray. Pasien baru bisa melihat kista bila ia terus membesar hingga mengakibatkan perubahan bentuk rahang.

Untuk mencegah timbulnya kista, perlu dilakukan perawatan saluran akar gigi. Dalam perawatan tersebut, gigi kadang dipertahankan di rahang. Namun, dalam kondisi tertentu, dokter kadang memutuskan untuk mencabut gigi tersebut. (war/soe)

Sumber: Jawa Pos