Arsip

Ini Mitos & Fakta Seputar ASI yang Perlu Anda Tahu

Bismillah..

Picture 2

Jakarta, Sudah diketahui bersama air susu ibu (ASI) adalah makanan yang paling sehat untuk bayi. Namun karena beberapa alasan ada ibu yang enggan memberikan ASI kepada bayinya. Terkait ASI memang ada mitos dan faktanya yang perlu Anda ketahui.

dr. Utami Roesli SpA SpA, IBCLC, FABM , IBCLC, FABM dalam talkshow ‘Ibuku, InspirASIku- a Tribute to #NenekASI’ yang digelar oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan Save The Children Indonesia di FX Lifestyle X’nter Mall, Jl Sudirman, Jakarta, dan ditulis pada Selasa (25/12/2012) memaparkan mitos dan fakta seputar ASI, sebagai berikut:

Mitos: ASI pertama- colostrum, adalah susu basi yang tidak baik untuk bayi
Fakta: Colostrum mengandung lebih banyak zat kekebalan tubuh dan zat penting lainnya untuk ‘mematang’-kan usus.

“Jadi jangan dibuang colostrum ini, meskipun memang keluarnya hanya sedikit,” kata dr Utami.

Mitos: Payudara berukuran kecil tidak dapat menghasilkan ASI banyak
Fakta: Besar kecilnya payudara ditentukan banyak sedikit lemak, bukan jumlah kelenjar susu.

Mitos: ASI belum keluar pada hari 1 & 2 atau sedikit, perlu diberi formula /air gula supaya tidak kelaparan
Fakta: meski tidak terasa keluar, colostrum akan keluar sedikit cukup untuk kebutuhan bayi
2 x 24 jam tak diperlukan asupan makanan sebab dibekali dari kandungan ibu. Colostrum 1 – 2 hari pertama lebih untuk usus

Mitos: Formula yang mahal dapat menyamai ASI
Fakta: Formula semahal apapun tak dapat menyamai ASI sebab ASI cairan hidup yang selalu
berubah setiap saat sedang formula cairan mati yang tak pernah berubah

Mitos: Formula yang mengandung DHA dan AA akan membuat anak formula lebih pandai
Fakta: Lemak ASI sebagian besar adalah PUFA (lemak Ikatan Panjang) bakal DHA dan AA. Lemak
susu sapi lemak ikatan pendek dan medium hingga harus ditambah DHA dan AA, ASI cairan hidup
mengandung penyerap lemak selain zat lemak sedang formula cairan mati tergantung penyerapan di usus bayi yang masih sedikit

Mitos: Ibu yang minum banyak susu akan menghasilkan ASI banyak
Fakta: Banyak sedikit produksi ASI ditentukan banyak sedikitnya ASI dikeluarkan. Makin
banyak dikeluarkan makin banyak diproduksi, tidak dipengaruhi oleh makanan atau minuman ibu

Mitos: Ibu sakit harus berhenti menyusui karena bisa menularkan pada bayinya
Fakta: Ibu sakit tetap menyusui sebab ketika sakit, tubuh ibu membuat zat kekebalan
terhadap penyakitnya. Zat kekebalan ini disalurkan pada bayinya melalui ASI sehingga bayi tidak sakit.

Mitos: Sebelum menyusui puting susu dibersihkan dengan kapas air panas
Fakta: Puting susu dibersihkan dengan ASI yang diperah akan lebih baik karena mengandung zat kekebalan thd penyakit. Sedangkan air panas dikapas bisa membawa bakteri yang tidak ada zat kekebalan nya di ASI ibu.

Mitos: Bayimenangis berartiASInya kurang
Fakta: Menangis belum tentu bayinya lapar. Sebaliknya bayi yang menangis karena lapar, bayi ini sudah sangat lapar dan biasanya dia akan menolak menyusui.

Mitos: Menyusui menyebabkan payudara kendur
Fakta: Payudara kendur disebabkan kehamilan dan usia yang bertambah.

Mitos: Puting terbenam tak dapat menyusui
Fakta: Menyusu pada payudara, bukan pada puting susu.

Mitos: Memberi ASI mengganggu hubungan suami istri
Fakta: Lebih cepat kembali ke hubungan sebelum melahirkan.

(vit/vit)

sumber: detik.com

Iklan

Hii! Ini Racun-racun yang Dihisap Para Perokok

Image

Jakarta, Merokok sama halnya memasukkan berbagai racun berbahaya ke dalam tubuh. Namun meski sudah tahu bahayanya, perokok seperti hanya bergeming dan terus saja menghisap asap tembakau yang penuh racun. Ini dia racun-racun yang masuk ke dalam tubuh ketika perokok menghisap batang tembakaunya.

Umumnya tidak ada satu pun organ di dalam tubuh yang tidak terpengaruh oleh asap rokok, karenanya hampir semua bagian tubuh bisa rusak oleh rokok. Hal ini karena di dalam satu batang rokok mengandung 4.000 senyawa kimia yang 40 diantaranya termasuk racun (toksik) atau karsinogenik (bisa menyebabkan kanker).

Berikut beberapa diantara racun yang masuk ke tubuh ketika perokok menghisap rokoknya, seperti dilansir Asiaone, Selasa (11/12/2012):

1. Acetone (aseton), yang biasanya digunakan untuk penghapus kuteks atau pewarna kuku.
2. Acetic Acid (asam asetat), zat kimia yang terkandung dalam pewarna rambut.
3. Acrolein, sebelumnya digunakan sebagai senjata kimia.
4. Ammonia, biasa digunakan untuk bahan pembersih rumah tangga.
5. Arsenic (arsenik), biasa digunakan untuk racun tikus.
6. Benzene (benzena), yang digunakan untuk bahan pelarut industri.
7. B-napthylamine, digunakan dalam pembuatan pewarna dan karet.
8. Butane, digunakan untuk cairan bahan bakar korek api.
9. Cadmium (kadmium), terkandung dalam batu baterai.
10. Carbon Monoxide (karbon monoksida), dikeluarkan dalam asap buangan mobil.
11. Chromium (kromium), digunakan untuk memproduksi pewarna, cat dan paduan formaldehida cairan pembalseman.
12. Hexamine, ditemukan dalam cairan bahan bakar korek api.
13. Hydrogen cyanide (hidrogen sianida), digunakan untuk industri pestisida.
14. Lead (timbel), digunakan untuk baterai.
15. Napthalene, ditemukan pada kapur barus.
16. Mercury (merkuri), cairan logam pada termometer.
17. Methanol, komponen untuk untuk bahan bakar roket.
18. Nikotin, juga digunakan untuk insektisida.
19. Nitrosamine, ditemukan di deterjen yang keras. Umumnya digunakan sebagai mesin degreaser.
20. Polonium-210, elemen radioaktif tingkat tinggi.
21. Tar, sebagai bahan untuk pembuatan paving jalan.
22. Toluene, digunakan untuk industri cat.
23. Vinyl Chloride, digunakan untuk membuat plastik.

Sumber: detik.com

ALHAMDULILLAH, ternyata puasa Ramadhan sangat besar manfaatnya..

Bismillah..

ramadhan

 

Memang sudah rahasia umum kalau puasa Ramadhan sangat bermanfaat bagi tubuh manusia khususnya umat muslim. Terbukti bahwa puasa Ramadhan menjadi inspirasi para pakar kesehatan untuk meneliti manfaat dari puasa Ramadhan. However, sebesar apapun puasa Ramadhan untuk tubuh manusia, kita harus tetap meniatkan ibdadah puasa Ramadhan dengan menharapkan pahala sebanyak-banyaknya dari ALLAH azza wajalla. Artikel dibawah ini saya copas dari kompas.com, monggo silahkan dibaca.

 

KOMPAS.com – Banyak pakar diet yang mengatakan bahwa sebaiknya kita mengurangi konsumsi karbohidrat pada malam hari, jika tak ingin tubuh jadi gampang melar. Karbohidrat, seperti nasi, pasta, atau roti, sebaiknya dikonsumsi untuk sarapan dan makan siang saja.

Hal ini membuat karbohidrat seolah-olah punya semacam “jam malam”, yaitu tak boleh dikonsumsi selepas pukul 18.00. Anda juga disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi protein, yang katanya bisa membantu kita kenyang lebih lama.

Pengaturan makan seperti ini memang menjadi populer karena mudah dipahami dan mudah pula dilakukan. Malahan, orang-orang yang menerapkan cara makan seperti ini jadi merasa tidak gampang kembung dan lebih berenergi.

Namun menurut penelitian baru dari Institute of Biochemistry, Food Science and Nutrition di Hebrew University, Yerusalem, kalau Anda ingin benar-benar menurunkan berat badan sebaiknya Anda melakukan hal yang sebaliknya.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Sigar Sofer melakukan eksperimen terhadap 78 perwira polisi. Mereka dibagi dalam dua kelompok: kelompok yang mengonsumsi karbohidrat hanya pada malam hari, dan kelompok yang mengonsumsi karbohidrat sepanjang hari namun tetap dengan pengawasan peneliti.

Terlihat, mereka yang mengonsumsi karbohidrat pada malam hari akan menyebabkan leptin (hormon yang membantu kita merasa kenyang) meningkat pada pagi dan siang hari, sedangkan ghrelin (hormon yang memicu rasa lapar) akan ditekan, lalu memuncak pada malam hari.

Responden yang makan karbo pada malam hari juga dilaporkan merasa tidak begitu lapar sepanjang siang. Mereka ternyata memiliki lemak tubuh yang lebih rendah dan kadar gula darah dan lemak darah yang lebih baik daripada kelompok yang tetap dikontrol, sehingga menurunkan risiko mengembangkan sindrom metabolik.

Penelitian ini sebenarnya diadakan karena “terinspirasi” puasa Ramadhan di mana orang muslim berpuasa pada pagi hingga sore hari, dan makan makanan yang tinggi karbohidrat pada malam hari. Pengaturan makan tersebut ternyata menimbulkan perubahan jumlah leptin yang diproduksi oleh tubuh.

Oleh karena itu, muncul wawasan baru bahwa mungkin pola diet seperti ini justru menguntungkan, yaitu mengonsumsi karbohidrat lebih sedikit pada pagi dan siang hari, dan mengonsumsinya lebih banyak setelah pukul 17.00. Bahkan para peneliti juga menyarankan pola diet ini baik untuk orang-orang yang berisiko mengidap diabetes atau penyakit kardiovaskuler akibat obesitas.

Studi yang dimuat di jurnal Nutrition, Metabolism & Cardiovascular Diseases ini juga menerangkan bahwa Anda hanya perlu membatasi porsi makanan Anda. Kemudian, perhatikan pilihan karbohidratnya. Takaran seporsi makanan berkarbohidrat adalah selembar roti atau secangkir nasi atau pasta yang sudah matang. Porsi yang lebih besar bisa membuat gula darah melonjak, dan akhirnya meningkatkan produksi insulin (hormon yang mendorong tubuh menyimpan kelebihan kalori sebagai lemak).

Selain itu, pilih karbohidrat yang kaya serat ketimbang roti putih, sereal, dan pasta yang gizinya lebih sedikit namun kalorinya sama besarnya.

Source: koran kompas

Demam Tinggi Bantu Anak Melawan Infeksi

Bismillah..

Informasi ini sangat penting buat ibu-ibu yang memiliki anak kecil atau bayi dirumah, ternyata demam tak selamanya jahat lo..tidak percaya, silahkan baca informasi dibawah ini.

Penulis : Lusia Kus Anna | Selasa, 20 November 2012 | 11:07 WIB

 

TERKAIT: Demam Tinggi Bisa Merusak Otak Bayi? Jangan Keliru Mengompres Anak Demam Waspadai Selalu Demam Berdarah Kejang Demam Anak, Jangan Diremehkan Jangan Berlebihan Kompas.com – Demam termasuk dalam “penyakit” langganan anak-anak. Meski kerap membuat orangtua cemas, tetapi para ahli menyarankan agar orangtua tidak buru-buru memberikan obat penurun panas saat anak demam karena peningkatan suhu tubuh itu diperlukan anak untuk melawan infeksi dalam tubuhnya. Para dokter anak di Amerika mengungkapkan bahwa demam tinggi pada anak-anak sebenarnya adalah mekanisme untuk membuat anak mengurangi aktivitasnya, istirahat, dan tidur, hal yang penting untuk memulihkan kondisi tubuh. “Banyak orangtua yang menelepon dokternya dengan panik saat anaknya demam tinggi. Padahal, demam bisa menjadi ‘teman’ bagi anak,” Hannah Chow-Johnson, asisten profesor di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine.

Ia menjelaskan, demam akan membantu anak pulih lebih cepat, terutama jika ia terkena infeksi virus. “Saya kadang berharap ada termometer yang bisa mengukur apakah peningkatan suhu tubuh itu ‘demam’ atau ‘bukan demam’ sehingga orangtua tak khawatir berlebihan,” katanya. Sebelumnya tim peneliti dari Great Ormond Street Hospital mengungkapkan, memberikan obat penurun panas terlalu awal bisa memperlampat proses pemulihan. Temperatur tubuh yang tinggi justru membantu melawan bakteri dan patogen penyebab sakit.

Demam didefinisikan sebagai suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius dan bisa menjadi tanda ada sesuatu yang serius. Orangtua disarankan untuk mencari pertolongan medis jika suhu tubuh anak mencapai 40 derajat Celcius. Terutama bila anak tampak mengantuk, menggigil, atau kesulitan bernapas. Kebanyakan demam disebabkan oleh infeksi virus sehingga bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari. Tubuh anak akan mengontrol sendiri suhunya dan terus berfluktuasi apa pun yang kita lakukan. Saat anak demam tidur nyenyak, sebaiknya orangtua tidak membangunkannya untuk memberikan obat karena tidur lebih diperlukan tubuhnya. Yang perlu dilakukan orangtua adalah membuat anak nyaman, bukan menurunkan demamnya. Berikan obat penurun demam hanya jika anak tampak tidak nyaman, bukan untuk menurunkan suhu tubuhnya.

Ada kondisi dimana orangtua harus mencari bantuan medis saat anak mengalami demam, yakni jika anak berusia di bawah 8 minggu dan suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius, anak yang sedang menjalani kemoterapi atau memiliki kekebalan tubuh rendah. Waspadai pula jika tidak ada penyebab demam yang tampak, seperti tidak batuk, pilek, dan demam sudah berlangsung lebih dari tiga hari. Jika demam anak berlangsung lebih dari lima hari, bawalah anak ke dokter, bahkan jika anak tampak baik.

Sumber : Dailymail

Copas dari: Kompas.com

Kisah Nyata Dampak Negatif dari Vaksin

Bismillah..

Miris baca kisah dibawah ini, jadi sedih sekali bacanya. Saya tertarik untuk memposting kisah dibawah ini karena kita semua harus mengetahui efek samping dari vaksin, kisah ini saya dapatkan dari blog kiat sehat 2010, blog ini adalah blog favorit saya karena saya jadi banyak tahu tentang informasi-informasi dunia medis. Okeh.. langsung saja di baca kisah Rudiyanto & Siti Afifah yang membuat kita ngelus dada dan berdoa jangan sampe tragedi ini terjadi pada kita.

Sumber : Rudi Avee Cayank di grup FB “Tanya ASI- HZ Lactation Center”

KIPI.. Satu nyawa bayi bukanlah mainan.. Jika memang vaksin aman, maka seharusnya tidak ada satupun nyawa yang harus dikorbankan. Cukup pantaskah alasan mengorbankan satu demi lebih banyak anak lagi? Jika bersandar pada teori “herd immunity / kekebalan komunitas”

Assalamu’alaikum.wr.wb
Sebelumnya perkenalkan nama saya Siti Afifah (afi), istri dari Rudiyanto, Jogyakarta. Kami menikah tgl 04 mei 08.Alhamdulilah tanggal 28 maret putri pertama kami lahir dengan BB 3,6 dan PB 50cm. Kami beri nama ASHILA NAILI RACHMACH. Alhamdulilah saya berikan ASI.
Umur berapa, saya lupa, pernah saya periksakan ke bidan kenapa nafasnya grok2. Bidan bilang “tidak apa2, hanya flu biasa.” Umur 2,5bln kalau tidak salah mendapatkan vaksinasi DPT/POLIO. Pada saat itu, perawatnya bicara sendiri “panas ga ya.. panas..eeh ga panas deng..”

Karena akupun kurang paham pada waktu itu, kami pulang tanpa obat penurun panas. Ketika di rumah tiba-tiba panas,aku pun bingung. Lalu kami membawanya ke seorang dokter anak di salah satu RSKA, Jogyakarta. Biaya pemeriksaan yang kami bayarkan sebesar Rp 500.000,oo dan dokter menganjurkan agar anak kami dilakukan terapi sinar dua kali. Namun karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan serta suami berada di Jakarta, maka kami mengurungkan niat untuk terapi.

Tiba-tiba setelah selesai menyusu, anak saya muntah-muntah sangat banyak. Seingat saya hari itu adalah hari Jum’at, wajahnya membiru dan melemas. Akhirnya kami segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
Lalu dirujuk ke PKU JOGYA jam 15.00. Hasil rontgen mengatakan bahwa Syila menderita pembengkakan jantung dan bronk .. ( maaf saya lupa nama penyakitnya). Pukul21.00 wb, akhirnya kondisi anak saya semakin kritis & meninggal dunia.

Tgl 30 Agustus 2010, Alhamdulilah putra kedua kami lahir pada pukul18.30 WIB dengan BB 3,5 Kg dan PB 49 cm. Kami beri nama MUHAMMAD RIDWAN ABDUSSALAM.
Pagi harinya dokter mengatakan bahwa anak kami harus dirujuk ke SARDJITO, dengan alasan perut kembung dan belum BAB.

Bisa dibayangkan betapa hancur hati saya saat itu. Saya pun meninggalkan jaminan STNK motor agar bisa keluar dari klinik itu. Sesampainya di RSUD Sardjito, anak saya langsung masuk ruang NICU. Dokter anak yang merawat mengatakan bahwa anak saya memiliki lubang anus, namun terjadi penyumbatan di usus dan harus segera operasi. Akhirnya ridwan dioperasi untuk dibuat lubang pada perut agar bisa BAB

Saat itu, aku pikir bisa pulang setelah 1minggu. Tapi apa yangg terjadi.. Jahitan operasi di perut jebol, saya tak kuasa menahan tangis pilu.

Hari ke 10, operasi ulang.
Hari ke 15, jebol lagi.
Katanya albumin rendah,kekebalan tubuh anak saya jelek. Allahuakbar..kuatkan saya untuk menceritakan ini semua.
Jebol nya semakin melebar & membentuk lingkaran seperti lingkaran gelas kecil (gelas air zamzam).
Anak saya mengalami pendarahan dan koma selama 5 hari. Segala obat di masukkan termasuk transfusi darah hampir tiap hari. Sampai menghabiskan pendonor kurang lebih 10 orang.

Alhamdulilah hari ke 28, dia bangun dari koma. Dokter bilang anak ibu kuat, sebuah keajaiban dari Allah.
Tapi paginya, tanggal 28 september 2010, Ridwan kembali kritis & akhirnya meninggal dunia pada pukul 6 pagi. Kedua kalinya saya kehilangan buah hati tanpa sempat menyusuinya lebih lama.

Sebelum hamil ke 3 saya tes TORCH di HI LAB. Alhamdulilah dokter bilang IgM Negatif semua & IgG ada yang positif tapi hamil lagi tidak apa-apa.
Saya pun hamil lagi dan setiap periksa, dokter selalu bilang bagus. Hanya yg terakhir waktu UK 42 minggu, dokter memutuskan saya harus menjalani persalinan secara sesar.

Tgl 31 Desember 2011 alhamdulilah anak ketiga kami lahir. Kami beri nama MUHAMMAD NAUFAL ARZAQY, dengan BB 3,2kg dan PB 50cm.
Umur setengah bulan nafas sesak lalu saya bawa ke Dsa dan menjalani perawatan selama 5 hari dengan biaya 4juta.
1minggu kemudian saya telfon klinik untuk menanyakan vaksinasi BCG. Perawat disana menyampaikan bahwa anak saya HARUS disuntikan vaksin pada umur 1bln.

Saya pun ketakutan terlambat & kami memutuskan untuk vaksinasi di PKU. Umur 2 bln mendapatkan vaksinasi DPT/POLIO 1 di klinik. Namun pasca vaksinasi daerah bekas suntikan menjadi bengkak & panas. Setelah saya berikan thrombogel & paracetamol kondisi membaik.

Umur 2,5 bln yaitu tanggal 10 maret 2012 mendapatkan vaksinasi Dpt2/polio2 dan pada saat itu perawat yang menyuntikkan tidak memeriksa kondisi Arza, melainkan langsung suntik. Sampai rumah kaki bengkak dan tidak panas.
Tgl12 Maret 2012, suami kembali membawa anak saya ke klinik tempat anak saya menerima vaksinasi. Disana dokter malah menyampaikan bahwa anak saya mengalami kebocoran ginjal dan ini bukan tanggungjawab kami.

Pagi Tgl 13 Maret semakin drop bengkak kaki merata. Pagi2 saya langsung shock & suami langsung pinjam mobil saudara utk melarikan Arza ke Dsa.
Arza di gendong ibu saya, suami tidak peduli lampu merah dia terjang. Saya teriak-teriak “kejar nyawa,kejar nyawa. minggir minggir” dari jendela mobil sambil menangis.Ya Allah bunda & panda kalau ingat waktu itu bikin saya ga bisa menahan airmata.

Sampai di Dsa di oxygen & di infus. Hasil pemeriksaan laboratorium memperlihatkan bahwa fungsi ginjal normal, tetapi harus tetap dirujuk ke SARDJITO lagi. Disana tertulis bahwa diagnosa anak saya adalah KIPI & PNEUMONIA.

Tanggal 15 Maret, kondisi Arza membaik & wajahnya sangat cerah. Setiap saya tanya ke dokter, beliau menjawab “sedang kita observasi”.
Tiba-tiba terjadi pendarahan melalui Pup nya. Dilakukan transfusi darah dan dokter mengatakan bahwa infeksi telah menyebar ke saluran cerna Arza.

Coba anda bayangkan.. Nilai Hb orang dewasa saja 12 kan, pada waktu Arza transfusi dalam waktu 3 jam 2 kantong, HB menjadi 20. Astagfiruloh..saya pun marah-marah sama dokter PICU. Kenapa anak saya jadi merah seperti itu dok.

Dokter hanya mengatakan bahwa kekebalan tubuh adik jelek. Saya pun hanya orang kecil yg hanya bisa diam dengan tindakan dokter. Saya tidak bisa apa2, hanya pasrah. Mau menuntut tidak punya uang. Jadi ya pasrah.
Malamnya Arza membaik setelah di masuki obat dari monoglobulin yg harganya 3,7juta 10ml nya, albumin & lain2nya.
Tetapi malam pukul 22.00 wib, kalau tdk salah, Arza kritis & akhirnya meninggal.
Waktu kritis ibu saya bilang “Cucu saya seperti ini krn vaksinasi kan dok”.
Semua dokter hanya diam.

Arza meninggal tanggal 22 maret 2012 dengan tersenyum bunda & panda.

Waktu itu pembayaran rencana memakai Jamkesda karena saya masih punya hutang 10juta di RS yg sama waktu perawatan Ridwan (kakak Arza).
Tetapi alhamdulilah 3hari setelah itu ada perwakilan dari DinKes ke rumah saya. Mereka bilang biaya Arza sebesar 30juta akan ditanggung pemerintah karena arza adalah korban KIPI. Pemerintah akan bertanggungjawab karena saya sudah mengikuti program pemerintah.

Inilah sedikit ringkasan cerita mengenai anak saya.
Saya minta doanya untuk semua agar saya masih dipercaya Allah untuk bisa punya anak lagi yang sehat, panjang umur & bisa menemani kami sampai akhir hayat kami. Aamiin..
Semoga cerita ini bermanfaat.
Maaf jika ada kesalahan penulisannya.
Rudiyanto&Siti Afifah
Jogyakarta, 10mei2012

KOMENTAR SAYA »
KIPI.. Satu nyawa bayi bukanlah mainan.. Jika memang vaksin aman, maka seharusnya tidak ada satupun nyawa yang harus dikorbankan. Cukup pantaskah alasan mengorbankan satu demi lebih banyak anak lagi? Jika bersandar pada teori “herd immunity / kekebalan komunitas”

Bgm jika yg dikorbankan adl anak kita sendiri, maukah kita? Bagaikan memberikan tumbal kepada seorang raksasa demi menyelamatkan penduduk satu desa.

Ayah bunda tentunya masih ingatkan kisah legenda anak2?
Bahkan akhir kisah itupun menyampaikan pesan moral bahwa tidak satupun nyawa manusia pantas utk menjadi tumbal demi keselamatan sebuah kelompok. Nah selamat berpikir dan berdoa..

Faktanya di lapangan kasus KIPI itu banyak sekali 🙂 Namun fakta di lapangan adl tidak semua kasus KIPI diakui sbg KIPI, hanya sekedar dinyatakan kebetulan atau bahasa kerennya “coincedence yang menurut seorang dokter anak hanyalah 0,9% atau ada penyakit ikutan (silent disease).

Yang anehnya, bukannya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti otopsi, untuk memastikan bahwa ini bukan KIPI – tp mereka tetap bersikukuh bahwa ini kebetulan. Korban KIPI paling banyak muncul di daerah perifer atau pinggiran, bukan kota besar.
Sayang tenaga kesehatan terlalu sombong untuk mengakui bahwa vaksin memiliki resiko. Minimal mengakui bahwa vaksin tidak 100% aman dan tidak 100% melindungi. Mereka tetap saja berkoar-koar vaksin aman, aman, dan aman.
Apakah menunggu anak kita jd korban untuk sadar bahwa vaksin terlalu beresiko?

Belum pernah dilakukan penelitian yang nyata dimana membandingkan kesehatan anak yang tanpa vaksin dan berasal dari orangtua yang tanpa vaksin dengan kesehatan anak dengan vaksin dan berasal dari orangtua dengan vaksin.

Pengalaman saya di lapangan, sebagai awal memutuskan untuk menolak vaksinasi adalah faktanya anak-anak tanpa vaksin lebih sehat daripada anak dengan vaksin. Dalam 1 tahun mengalami 10x common cold/flu/demam adalah menunjukkan adanya masalah dalam sistem imunitas anak.
Setelah membaca kisah bunda Afi diatas, saya jadi prihatin dengan kalimat ini »
“@dr_p:Knp lumpuh krn polio,radang otak krn tbc,leher dilobangi krn difteri ga ditakuti,tp KIPI yg jarang n ringan malah lbh ditakuti?”
Hmm.. Iya sih, bayi yang meninggal adalah kasus ringan karena orangtua tidak perlu sibuk melayani seumur hidup anaknya yang lumpuh total pasca vaksinasi.
Semakin prihatin dengan pendapat dr dokter anak inisial, F »
Vaksin tanpa KIPI tuh gimana caranya sih? Minum jamu aja bikin banyak kencing kok. Saya aja minum wedang jahe sendawa melulu. 100% kebal? Superman aja ada titik lemahnya kok.

Well doc, sebagai informasi terapi herbal memang memberikan reaksi kencing lebih banyak. Semua herbalis paham akan hal tersebut. Miris sekali jika membandingkan vaksin dengan weddang jahe (???). Superman hanya kisah fiktif alias khayalan, sedangkan KIPI adalah kisah nyata. Ini bayi loohhh.. Bukan batuu yaahh..

So, jadilah orangtua yang kritis.. Pelajari dengan baik dan berdo’a.

sumber : http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2012/05/11/kejadian-ikutan-pasca-imunisasi-kipi-relakah-anak-kita-menjadi-tumbal/

Baca Juga:

Daging Tumbuh Pada Gigi

Tips Menyembuhkan Diare Secara Alami

Tips Aman Mengkonsumsi Gorengan

Tips aman mengkonsumsi gorengan

Bismillah..


Bagi yang terbiasa hidup sehat sudah pasti akan menghindari dengan yang namanya gorengan atau makanan yang digoreng. Namun, bagi saya yang juga salah satu penggemar pisang molen 9salah satu jajanan gorengan yang berisi pisang lalu dilapisi kulit tipis yang berlapis-lapis), maka sangat susah sekali bagi saya untuk menghindari gorengan. Kemarin pagi, tetangga saya memberikan tips kepada saya agar aman ketika mengkonsumsi gorengan. Caranya cukup praktis lo..yang penting harus sedia tisu. Well, caranya sbb.: Baca lebih lanjut

Tips Menyembuhkan Diare Secara Alami

Bismillah..

Tips ini saya dapatkan dari pengalaman saya sehari-hari, saya sangat suka dengan makanan pedas dan asem-asem. Oleh kareana itu saya sudah terbiasa mendapatkan diare atau bahasa awamnya maaf “mencret-mencret”, karena sering sekali saya mendapatkan penyakit tersebut maka saya sering minum obat kimia untuk menyembuhkan penyakit ini. Suami saya menyarankan untuk mengobati diare dengan cara alami dan lebih sehat. Ok, setahu saya ada dua cara untuk mengobati diare secara alami, berikut tips dari saya:

  1. Baca lebih lanjut