Tag Archive | gigi

granula atau daging tumbuh pada akar gigi

Bismillah..
Hari ini saya memutuskan untuk mencabut gigi, namun apa yang terjadi??..proses pencabutan gigi saya begitu rumit dan menyakitkan..walaupun sudah di suntik dengan suntik bius lokal tapi masih saja terasa sangat sakit..masyaALLAH..padahal dulunya saya sudah dua kali cabut gigi tapi yg ini yang paling parah..
Anyway..ternyata..setelah dicabut..di akar gigi saya ditemukan granula..(katanya bu dokter)..lalu saya tanyakan..”granula itu apa ya bu??”..ternyata jawabannya adalah “sudah ga usah dipikirkan untung giginya ibu segera dicabut..”..batin saya berkata..mungkin bu dokternya sengaja tidak memberitahukan saya agar saya tidak terlalu khawatir..
Begitu sampe rumah saya langsung nyalakan laptop suami saya dan segera hunting kata “granula pada akar gigi” (dalam keadaaan masih kesakitan pasca cabut gigi)..saya pun menemukan jawaban yang jitu di..http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120302053014AAsaJWN yang mengambil artikel tanya jawab dari website tanya pepsodent…berikut artikel yang sangat bermanfaat dibawah ini..monggo dibaca..
A) pasta gigi adalah bahan penunjang untuk upaya pembersihan gigi dan mulut. Jadi termasuk upaya pencegahan. Semua upaya pencegahan bisa dilakukan sendiri. Sebaliknya Gigi yang berlubang apa lagi sudah bengkak tidak bisa diobati dengan pasta gigi, karena ini sudah termasuk bidang pengobatan dan harus minta bantuan dokter gigi.

B) rajin gosok gigi memang belum tentu jadi jaminan gigi tak akan rusak / berlubang, karena penyebab gigi berlubang adalah multifaktor.
Cara merawat gigi, gusi dan mulut agar tetap bersih dan sehat :
1. Makanlah panganan yang bergizi (dulu : Empat sehat lima sempurna, sekarang : gizi seimbang).

2. Batasi makan dan minum panganan yang mengandung karbohidrat (gula) seperti es krim, permen, coklat dsb. Kandungan gula inilah yang menyebabkan gigi cepat keropos. Demikian juga dengan makanan-makanan yang lengket, dan tak perlu proses pengunyahan yang cukup, seperti fast food, yang membuat plak gigi mudah terbentuk.
3. Sikat gigi setiap hari pada pagi hari sehabis sarapan dan sesudah makan malam dengan cara yang baik dan benar.
4. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluor, karena fluor terbukti bisa menurunkan angka kejadian karies gigi.
5. Melakukan pemeriksaan berkala ke dokter gigi setiap enam bulan sekali, supaya kalau ada gigi yang mulai bermasalah/berlubang dapat segera ditangani sebelum terlanjur menjadi besar (deteksi dini). Hendaknya dipahami bahwa sekali gigi mulai berlubang, karies ini tidak bisa mengecil lagi tetapi secara pelan tapi pasti akan membesar terus.

Tahap-tahap gigi berlubang :
Supaya jangan terulang pamanAGe sampaikan info berikut ini :
Bila gigi menjadi berlubang, kenali tanda-tandanya sehingga kita mudah mencari cara pengobatannya :
1. Mula-mula lubangnya kecil, kadang-kadang terlihat hanya sebagai bintik coklat / hitam di lekukan gigi dan hanya mengenai bagian email saja. Belum ada keluhan apa-apa.
2. Lubang membesar ke bagian dalam, yaitu dentin, biasanya sudah terlihat sebagai lubang gigi. Sekarang gigi mulai terasa ngilu pada saat minum dingin dan makan yang manis-manis. Segeralah ke dokter gigi untuk ditambal, agar tidak menjadi parah.
3. Bila hal ini dibiarkan, lubang akan menjalar sampai ke pulpa gigi dan mulai mengenai saraf gigi. Akibatnya, gigi mengalami peradangan syaraf gigi. Gigi terasa sakit sekali dan cekot-cekot berdenyut. Segeralah ke dokter gigi untuk dilakukan perawatan syaraf gigi dan kemudian ditambal,
4. Bila keadaan pada butir 3 ini dibiarkan juga, akhirnya gigi jadi mati, dan tidak terasa sakit lagi. Karena banyak timbunan sisa makanan dalam lubang ini dan sulit dibersihkan, lama-lama bisa terjadi infeksi dan akhirnya bengkak karena di dalam jaringan sekitar akar gigi ini terbentuk nanah
5. Nanah yang terbentuk ini biasanya berusaha mencari jalan keluar, dan karena jarak paling pendek adalah ke pipi atau langit-langit, maka terjadi benjolan kecil di daerah ini biasanya berwarna putih kecil dan akhirnya pecah.
6. Kalau hal ini dibiarkan bertahun-tahun, bila keadaan tubuh kita sehat, biasanya tubuh kita berusaha membatasi infeksi dan terbentuk kantung kecil yang menempel pada ujung akar gigi yang disebut granuloma.
7. Di tengah-tengah lubang gigi yang sudah besar dan mati itu juga tumbuh jarngan yang menonjol seperti daging, biasanya kalau kena makanan terasa sakit dan mudah berdarah. Tonjolan daging ini disebut pulpa polip.
8. Sementara itu, membiarkan terus hal ini akan membuat lubang gigi besar dan tambah lapuk sehingga akhirnya menjadi hancur. Dalam keadaan ini biasanya gigi sudah tidak bisa tertolong lagi dan harus dicabut.
9. Berbeda dengan bagian tubuh lain yang bila mengalami luka bisa menutup lagi, sebuah gigi yang berlubang, lubang ini tidak akan menutup lagi dan akan membesar terus seperti uraian di atas.

materi referensi:

NB: klo gigi anda berlubang disertai nyeri..segera hubungi dokter gigi terdekat..
NB lagi: saat ini penulis barusan aja pulang..jd masih menahan sakit dari bekas cabutan gigi.. jd yang giginya masih bagus dirawat dengan baik ya..jangan sekali-kali malas sikat gigi…
Iklan

Gigi Yang Busuk dapat memicu Kista Rahang

Well, informasi ini sungguh sangat layak saya posting, karena diketahui bahwa masyarakat Indonesia banyak yang mempunyai gigi busuk. Namun sebagian besar dari mereka tidak memeriksakan gigi mereka karena ketika gigi sudah tidak terasa sakit lagi dan akhirnya membusuk para penderita sudah membiarkan karena tidak menyebabkan nyeri pada gigi mereka. Berikut artikel yang saya dapatkan dari koran Jawa Pos pagi ini…..
Jangan remehkan gigi berlubang (karies). Sebab, kalau tak ditangani dengan baik, karies bisa memunculkan problem lebih berat. Kalau lubang sudah tembus ke akar gigi, kuman penyebab karies bisa mengakibatkan pembusukan dan memicu terbentuknya kista pada rahang.

Bahkan, kuman bisa menyebar ke mana-mana, termasuk ke jantung. “Misalnya, kuman tersebut bisa menginfeksi klep (katup) jantung. Kondisi ini bisa berakibat jantung bocor,” terang Prof Drg Coen Pramono D. SU SpBM(K), spesialis bedah mulut dan maksilofasial Instalasi Gigi dan Mulut RSU dr Soetomo Surabaya.

Pembusukan gigi bisa berawal dari gigi berlubang. Mula-mula lubang itu dangkal saja, makin lama makin dalam. Bila dibiarkan, lubang bisa tembus ke saluran akar gigi dan memicu proses pembusukan. “Pada gigi yang busuk, bisa terjadi reaksi radang (akut hingga kronis) di sekitar akar gigi. Bila sudah sampai tahap kronis, radang bisa memicu timbulnya kista,” kata kepala Departemen Ilmu Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG Unair itu.

Dia menerangkan, gigi busuk memproduksi cytokine yang bisa merangsang sel sisa pembentuk gigi (epitel rest) mengalami proliferasi (menjadi banyak). Sel-sel sisa itu membentuk kumpulan. Bila kumpulan tersebut makin besar, aliran darah tidak mampu mencapai bagian tengahnya. Itu berarti bagian tersebut tidak mendapat cukup pasokan nutrisi. Akibatnya, terjadi kerusakan jaringan di bagian tengah kumpulan sel tadi.

Kalau sudah begitu, di bagian tengah kumpulan sel tadi bisa timbul ruangan berisi cairan. Cairan ini bersifat hipertonis, bisa menarik air atau cairan tubuh. Itu membuat kumpulan sel tersebut membesar dan berbentuk benjolan. “Benjolan inilah kista,” ujarnya. Kista bisa berada di sekeliling akar gigi busuk atau mahkota gigi bungsu yang tidak tumbuh (tertanam).

Penderita tidak akan tahu ada kista atau tidak di dalam mulutnya. Yang dapat mengetahuinya adalah dokter, itu pun setelah melihat hasil foto X-ray. Pasien baru bisa melihat kista bila ia terus membesar hingga mengakibatkan perubahan bentuk rahang.

Untuk mencegah timbulnya kista, perlu dilakukan perawatan saluran akar gigi. Dalam perawatan tersebut, gigi kadang dipertahankan di rahang. Namun, dalam kondisi tertentu, dokter kadang memutuskan untuk mencabut gigi tersebut. (war/soe)

Sumber: Jawa Pos