Tag Archive | hadist

Hadist-hadist tentang Larangan Mengutuk atau Melaknat

Bismillah..

pink-rose-storm

Hadist-hadist tentang mengutuk dan melaknat orang lain ini saya dapatkan dari membaca artikel “Menjaga Lisan dari Mengutuk dan Melaknat” yang ditulis oleh al-ustadzah Ummu Ishaq al-atsariyah, berikut hadist-hadist tersebut dan semoga bisa bermanfaat untuk kita semua sebagai kaum mukminin yang ingin selamat didunia dan diakhirat.

Bukanlah seorang Mukmin itu seorang yang suka mencela, tidak pula seorang yang suka melaknat, bukan seorang yang keji dan kotor ucapannya.” (HR. Bukhari dalam Kitabnya Al Adabul Mufrad halaman 116 dari hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu. Hadits ini disebutkan oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i hafidhahullah dalam Kitabnya Ash Shahih Al Musnad 2/24) “Tidak pantas bagi seorang shiddiq untuk menjadi seorang yang suka melaknat.” (HR. Muslim no. 2597)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Orang yang suka melaknat itu bukanlah orang yang dapat memberi syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat.” (HR. Muslim dalam Shahihnya no. 2598 dari Abi Darda radhiallahu ‘anhu)

Imam Abu Daud rahimahullah meriwayatkan dari hadits Abu Darda radhiallahu ‘anhu bahwasannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :“Apabila seorang hamba melaknat sesuatu maka laknat tersebut naik ke langit, lalu tertutuplah pintu-pintu langit. Kemudian laknat itu turun ke bumi lalu ia mengambil ke kanan dan ke kiri. Apabila ia tidak mendapatkan kelapangan, maka ia kembali kepada orang yang dilaknat jika memang berhak mendapatkan laknat dan jika tidak ia kembali kepada orang yang mengucapkannya.

”NabiShallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Janganlah kalian mencaci orang-orang yang telah meninggal karena mereka telah sampai/menemui (balasan dari) apa yang dulunya mereka perbuat.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya dari hadits ‘Aisyahradhiallahu ‘anha)

(Dikutip dari MUSLIMAH Edisi 37/1421 H/2001 M Rubrik Akhlaq, MENJAGA LISAN DARI MELAKNAT Oleh : Ummu Ishaq Al Atsariyah. Terjemahan dari Kitab Nasihati lin Nisa’ karya Ummu Abdillah bintu Syaikh Muqbil Al Wadi’iyyah dengan beberapa perubahan dan tambahan)

 Sumber: http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=16

Artikel lengkapnya bisa di lihat disini

 

 

Hadist tentang “Tersenyum”

Bismillah..

Karena Senyum adalah Sedekah..berikut Hadist Rosulullah mengenai senyuman:

“Senyumanmu di wajah saudaramu (seagama) adalah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi no. 1956, dishahihkan Asy-Syaikh Albani t dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi dan Ash-Shahihah no. 572)

Maksud hadits di atas, engkau menampakkan wajah cerah, berseri-seri dan penuh senyuman ketika bertemu saudaramu akan dibalas dengan pahala sebagaimana engkau diberi pahala karena mengeluarkan sedekah. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Al-Birr wash Shilah, bab Ma Ja`a fi Shana`i’ Al-Ma’ruf, ketika membahas hadits di atas)

Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin tberkata, “Sepantasnya ketika seseorang bertemu saudaranya ia menunjukkan rasa senang dan menampakkan wajah yang manis/cerah serta bertutur kata yang baik, karena yang demikian ini merupakan akhlak Nabi n. Tentunya, sikap seperti ini tidak merendahkan martabat seseorang bahkan justru mengangkatnya. Ia pun mendapatkan pahala di sisi Allah l dan mengikuti Sunnah Nabi n. Karena beliau n selalu cerah wajahnya, tidak kusut ketika bertemu orang lain dan beliau banyak melempar senyuman. Karena itu, sepantasnya seseorang berjumpa saudaranya dengan wajah yang cerah dan mengucapkan ucapan yang baik. Sehingga dengannya ia dapat meraih pahala, rasa cinta dan kedekatan hati, di samping jauh dari sikap takabur dan merasa tinggi dari hamba-hamba Allah l yang lain. (Syarhu Riyadhis Shalihin, 2/500)

So..Don’t forget to smile ya..InsyaALLAH pasti kita dapat pahala untuk bekal diakhirat kelak..aamiin

Bisakah Kita Menjadi Seperti Mereka?

Bismillah..

Indah sekali hadist yang disampaikan oleh Rosulullah sholallahu ‘alaihi wassalam dibawah ini, tak terasa hati ini menjadi terharu dan tak terasa lisan ini berucap “Bisakah kita mendapatkan kemuliaan seperti mereka?”. Subhanallahu, apakah bisa? …

 “Wanita ahli jannah yang paling utama adalah Khadijah bintu Khuwailid, Fathimah bintu Muhammad r, Maryam bintu ‘Imran, dan Asiyah bintu Muzahim istri Fir’aun.”

Betapa indah nama-nama mereka, betapa harum nama-nama mereka dan betapa mulia. Dan tak terasa hati ini tertunduk malu dan harap. Apakah bisa ?…

Perintah Al-Qur’an untuk “berinfaq” dan balasan bagi yang berinfaq..

Bismillah..

Betapa mulianya islam, betapa indahnya islam yang selalu menuntun kita untuk senantiasa melaksanakan kebajikan dan kebaikan untuk sesama termasuk berinfaq terutama pahala bagi orang yang berinfaq, sangat besar ganjarannya. Berikut perintah Al-Qur’an:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan ALLAH seperti sebutir benih yang menumbuhkan 7 tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji, ALLAH melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan ALLAHMaha Luas (Karunia-NYA) lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Baqarah: 261).

Yuukk.. mari kita senantiasa berinfaq, tidak usah khawatir akan merugi karena ALLAH Subhanahu Wata’ala sudah menjamin untuk mengganti rejeki yang kita infaq kan. Subhanallah..

Baca juga:

Nasehat Ustad Dzuqornain M. Sunusi

Hadist tentang ketaatan dan keistiqomahan

Hadist tentang memuliakan orang lain

Hadist tentang memuliakan tetangga

Perintah Al-Qur’an tentang “membantu orang yang terbebani hutang”

Bismillah..

Apabila ada saudara seiman kita sedang terbebani musibah, maka sudah sepantasnya kita sebagai saudara seiman membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Termasuk juga musibah berupa hutang, dalam syari’at islam kita dituntun untuk meringankan beban saudara seiman kita. Berikut perintah Al-Qur’an yang menuntun kita untuk membantu meringankan beban hutang saudara seiman kita:

Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau sebagian hutang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (Al-Baqarah: 280)

Indahnya saling membantu sesama sebagaimana indahnya syariat islam yang menuntun untuk saling membantu. MasyaALLAH..

Baca Juga:

Hadist tentang berinfaq..

Hadist tentang bersabar dan bersyukur..

Nasehat tentang ketaatang dan istiqomah..

Nasehat tentang “mengutamakan” atau “menghargai” orang lain

Bismillah…

tulip flowers

MasyaALLAH..sesungguhnya agama islam adalah agama yang membawa rahmat untuk manusia didunia..dimana kita dituntun untuk selalu menghargai orang lain sebagaimana kita menghargai diri sendiri..berikut nasehat seorang ahlul ilmi yang menasehati kita untuk selalu mengutamakan orang lain..

Abu Bakar bin ‘Ayyashy rahimahullah berkata: “Raihlah keutamaan denga cara engkau mengutamakan orang lain. Sesungguhnya manusia memperlakukan dirimu sebagaimana engkau memperlakukan mereka.” (Adabul ‘Isyrah wa Dzikru ash-Shuhbah wal Ukhuwah: Abul Barakat al-Ghazzi)

Mari kita selalu menghargai orang lain seperti menghargai diri sendiri..insyaALLAH pasti dapat pahala sebagai bekal kita nanti diakhirat..

Baca juga:

Hadist tentang berinfaq

Hadist tentang Bersabar dan Bersyukur

Hadist tentang puasa rajab

Hadist tentang “berinfaq”

Bismillah…

Dalam islam kita sudah dituntun untuk selalu berbagi dan memberi kepada yang lebih membutuhkan..insyaALLAH apabila kita menyisihkan harta kita untuk membantu orang lain maka malaikatpun akan ikut mendoakan kita..berikut hadsit yang shahih mengenai berinfaq dijalan ALLAH Subhanahu Wata’ala..

“Tak ada suatu haripun bagi seorang hamba yang berada didalamnya, kecuali ada dua orang malaikat akan turun; salah satu dari malaikat tadi berdoa, Ya ALLAH berikanlah ganti bagi orang berinfaq. Yang lainnya berdoa, Ya ALLAH berikanlah kehancuran bagi orang yang menahan infaq (enggan berinfaq).” (H.R Al-Bukhori dan Muslim)

Tidak usah khawatir untuk selalu berinfaq karena ALLAH Azza Wajalla  sudah pasti akan mengganti harta yang kita infaqkan dengan harta yang lebih dan pahala yang berlimpah..dan yang paling penting adalah kita pasti akan mendapatkan pahala sebagai bekal di akhirat kelak..insyaALLAH..