Tag Archive | kuman

Tips-tips agar terhindar dari sariawan

Bismillah..

saya mempunyai beberapa tips agar bisa terhindar dari sariawan..saya mendapatkan tips-tips ini dari pengalaman saya sendiri..berikut tips-tips agar terhindar dari sariawan as follows:

  1. Rajinlah mengkonsumsi teh karena kandungan vitamin C yang ada di dalam teh sama dengan sebotol besar jus jeruk..berdasarkan pengalaman saya sendiri dengan melihat orang-orang disekitar saya yang sangat suka minum teh..mereka jarang sekali dan bahkan tidak pernah sariawan sama sekali..saya sendiri dulunya kurang suka minum teh..itu sebabnya dulu saya sering sariawan namun sekarang saya selalu membiasakan minum teh akhirnya alhamdulillah…sekarang sudah jarang sekali sariawan.
  2. Rajinlah mengkonsumsi buah-buahan terutama buah pepaya..kenapa saya sarankan buah pepaya karena buah pepaya disamping harganya yang sangat miring (baca: murah), kandungan gizi didalamnya sangatlah besar, vitamin C yang terkandung didalam buah pepaya jauh lebih banyak dari pada buah jeruk bahkan kandungan vitamin A yang terkandung didalam pepaya pun jauh lebih banyak dari pada sayur wortel.
  3. Berhati-hatilah dalam menyikat gigi..pesan ini saya dapat setelah berkonsultasi dengan dokter langganan saya..dokter langganan saya mengatakan agar terhindar dari sariawan kita harus berhati-hati dalam menyikat gigi..harus pelan-pelan dan jangan terlalu keras sehingga bisa melukai gusi dan akhirnya timbullah sariawan..
  4. Jagalah kebersihan kondisi Gimul (gigi dan mulut)..sebagian besar penyebab sariawan adalah karena tergigit, lalu muncul luka kecil di mulut atau lidah yang terkena sariawan setelah itu terjadilah peradangan yang menyebabkan sariwan..pada proses peradangan tersebut apabila kondisi mulut tidak bersih dan dipenuhi oleh kuman mulut maka luka sariawan akan semakin membesar dan lubang pada lukanya pun akan semakin dalam..jadi ketika lidah atau mulut sudah tergigit..rajin-rajinlah untuk membersihkan mulut terutama sesudah makan dan sebelum tidur.
  5. Mengkonsumsi madu..dengan mengkonsumsi madu maka ‘calon sariawan’ yang ada dimulut akan segera sembuh..ini adalah pengalaman murid saya yang masih kecil dengan kakaknya..murid saya rutin sekali minum madu sementara kakaknya tidak pernah minum madu..pada akhirnya dalam seminggu murid saya sudah sembuh dari sariawan sementara kakaknya masih menderita dengan sariawannya..nah!!..berarti dengan rutin minum madu maka kita bisa terhindar dari sariawan.
  6. Hindari stress..kata orang ini juga termasuk salah satu penyebab sariawan..cara mengatasinya adalah banyak-banyak baca al-qur’an dan membaca buku-buku muslim yang sesuai dengan syari’at ahlus sunnah agar bisa terhindar dari stress..berpikir husnudzon atau berpikir positif terhadap semua masalah yang ada..jangan terlalu memikirikan masalah terlalu mendalam..pasrahkan saja semuanya kepada ALLAH Subhanahu Wata’ala dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepadaNYA..insyaALLAH stress akan segera hilang..
  7. Ketika sedang makan janganlah tergesa-gesa atau makan sambil bicara sehingga dinding mulut atau lidah akan tidak sengaja tergigit maka mucullah sariawan di mulut..
  8. Makanlah yang pedas-pedas..saya sendiri pernah mengalami sariawan lalu ibu saya pun menyuruh saya untuk mengkonsumsi makanan pedas agar cepat sembuh dan alhamdulillah sariawan sayapun cepat sembuh..hal ini disebabkan karena kandungan vitamin C yang terdapat didalam cabe rawit sangat banyak..
  9. Jangan lupa untuk mengkonsumsi habatussauda setidaknya dua kapsu sehari..hal ini dikarenakan ada hadist Rosulullah sholallahu ‘alaihi wassalama bahwa habatussauda adalah obat ‘segala penyakit’ ..InsyaALLAH..kita bisa terhindar dari sariawan dengan mengkonsumsi habatussauda..

Demikian tips-tips diatas saya sarankan bagi para pembaca yang ingin menghindari sariawan
karena saya mendapatkan tips-tips tersebut dari pengalaman pribadi saya dan semoga tips-tips diatas bermanfaat..aamiin..

Iklan

Gigi Yang Busuk dapat memicu Kista Rahang

Well, informasi ini sungguh sangat layak saya posting, karena diketahui bahwa masyarakat Indonesia banyak yang mempunyai gigi busuk. Namun sebagian besar dari mereka tidak memeriksakan gigi mereka karena ketika gigi sudah tidak terasa sakit lagi dan akhirnya membusuk para penderita sudah membiarkan karena tidak menyebabkan nyeri pada gigi mereka. Berikut artikel yang saya dapatkan dari koran Jawa Pos pagi ini…..
Jangan remehkan gigi berlubang (karies). Sebab, kalau tak ditangani dengan baik, karies bisa memunculkan problem lebih berat. Kalau lubang sudah tembus ke akar gigi, kuman penyebab karies bisa mengakibatkan pembusukan dan memicu terbentuknya kista pada rahang.

Bahkan, kuman bisa menyebar ke mana-mana, termasuk ke jantung. “Misalnya, kuman tersebut bisa menginfeksi klep (katup) jantung. Kondisi ini bisa berakibat jantung bocor,” terang Prof Drg Coen Pramono D. SU SpBM(K), spesialis bedah mulut dan maksilofasial Instalasi Gigi dan Mulut RSU dr Soetomo Surabaya.

Pembusukan gigi bisa berawal dari gigi berlubang. Mula-mula lubang itu dangkal saja, makin lama makin dalam. Bila dibiarkan, lubang bisa tembus ke saluran akar gigi dan memicu proses pembusukan. “Pada gigi yang busuk, bisa terjadi reaksi radang (akut hingga kronis) di sekitar akar gigi. Bila sudah sampai tahap kronis, radang bisa memicu timbulnya kista,” kata kepala Departemen Ilmu Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG Unair itu.

Dia menerangkan, gigi busuk memproduksi cytokine yang bisa merangsang sel sisa pembentuk gigi (epitel rest) mengalami proliferasi (menjadi banyak). Sel-sel sisa itu membentuk kumpulan. Bila kumpulan tersebut makin besar, aliran darah tidak mampu mencapai bagian tengahnya. Itu berarti bagian tersebut tidak mendapat cukup pasokan nutrisi. Akibatnya, terjadi kerusakan jaringan di bagian tengah kumpulan sel tadi.

Kalau sudah begitu, di bagian tengah kumpulan sel tadi bisa timbul ruangan berisi cairan. Cairan ini bersifat hipertonis, bisa menarik air atau cairan tubuh. Itu membuat kumpulan sel tersebut membesar dan berbentuk benjolan. “Benjolan inilah kista,” ujarnya. Kista bisa berada di sekeliling akar gigi busuk atau mahkota gigi bungsu yang tidak tumbuh (tertanam).

Penderita tidak akan tahu ada kista atau tidak di dalam mulutnya. Yang dapat mengetahuinya adalah dokter, itu pun setelah melihat hasil foto X-ray. Pasien baru bisa melihat kista bila ia terus membesar hingga mengakibatkan perubahan bentuk rahang.

Untuk mencegah timbulnya kista, perlu dilakukan perawatan saluran akar gigi. Dalam perawatan tersebut, gigi kadang dipertahankan di rahang. Namun, dalam kondisi tertentu, dokter kadang memutuskan untuk mencabut gigi tersebut. (war/soe)

Sumber: Jawa Pos